PURWAKARTA-Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Purwakarta H Saparudin S.Fil.I MM.Pd menyebutkan, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat masih rendah. Salah satu indikatornya adalah masih banyaknya muzakki yang memilih menyalurkan zakatnya langsung kepada mustahik.

Hal tersebut disampaikan Saparudin Saparudin pada Sosialisasi Zakat Infak Sedekah (ZIS) dan Penguatan Unit Pengelola Zakat (UPZ) Dinas dan Instansi Se-Kabupaten Purwakarta yang berlangsung di Aula Gedung Dakwah Purwakarta, Selasa (16/5).

“Padahal menurut UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat menyebutkan, kebijakan nasional pengelolaan zakat menganut dua subsistem, yaitu pengelolaan zakat oleh Baznas (lembaga yang dibentuk pemerintah, red) dan LAZ (lembaga yang dibentuk masyarakat, red),” kata Saparudin.

Dijelaskannya, UU tersebut merupakan regulasi yang mengatur pengorganisasian, pelaporan, dan pertanggungjawaban pengelolaan zakat secara nasional. “Sebelum lahirnya UU Pengelolaan Zakat, para muzakki menyalurkan zakat dengan dua cara, yaitu kepada mustahik langsung atau melalui lembaga amil zakat,” ujarnya.

Namun, sambung dia, penyaluran zakat oleh masing-masing muzakki ke mustahik mengandung beberapa kelemahan, di antaranya dapat terjadi kesalahan menentukan ashnaf zakat.

“Kebanyakan orang menyalurkan kepada kerabatnya sendiri yang dinilainya sebagai mustahik, ashnaf selain fakir dan miskin seperti amil, gharim, riqob, dan muallaf, sering tidak diperhatikan,” ujarnya.

Selain itu, kata Saparudin, zakat tidak terkumpul dengan maksimal sehingga tujuan diwajibkannya zakat yaitu mengikis kesenjangan antara miskin dan kaya serta mewujudkan kesejahteraan bagi umat manusia masih belum tercapai.

ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES KELOLA ZAKAT. Sosialisasi Zakat Infak Sedekah (ZIS) dan Penguatan Unit Pengelola Zakat (UPZ) Dinas dan Instansi Se-Kabupaten Purwakarta yang berlangsung di Aula Gedung Dakwah Purwakarta, Selasa (16/5).

 

“Ada pun keunggulan penyaluran zakat melalui lembaga adalah sesuai dengan perintah Allah Swt dan Rasulullah Saw. Keunggulan lainnya adalah, muzakki mudah dalam menyalurkan zakatnya, dapat mengikis kesenjangan kaya dan miskin, mustahik sesuai dengan ashnafnya, serta memperhatikan aspek pemerataan dan tepat sasaran,” kata dia.

Ketika amil mendapatkan dana yang cukup dari muzakki, sambungnya, program penyaluran zakat menjadi lebih efektif untuk berbagai program. “Di antaranya pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lainnya,” ujarnya

Hal senada disampaikan Renstra Baznas Kabupaten Purwakarta Asep Gunawan M.Ag. Dirinya mengatakan, Unit Pengelola Zakat (UPZ) merupakan ujung tombak Baznas di masyarakat. “UPZ memiliki tupoksi menjadi kepanjangan tangan baznas dalam hal pengumpulan zakat dan dapat membantu penyaluran zakat berdasarkan izin zakat,” kata pria yang akrab dipanggil Asgun ini.

Asgun menambahkan, untuk memaksimalkan pengelolaan ZIS pihaknya memiliki program unggulan berupa Gerakan Infak Seribu (Gasibu). “Alhamdulillah melalui sosialisasi ini ada salah satu UPZ, tepatnya UPZ Indorama yang siap menerapkan program ini. Bahkan boleh jadi nilainya di atas Rp1.000 per karyawan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggara Syariah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta H Agus Salahuddin menyebutkan, potensi zakat nasional sebesar Rp200 triliun. “Realisasinya hanya 10 persennya saja. Ini tandanya pengelolaan zakat masih belum terpola secara baik. Masyarakat banyak yang mengeluarkan zakat namun person by person,” ujarnya.

Hal ini, kata Agus, harus diubah, dan salah satunya melalui sosialisasi kali. “Paling tidak saat ini kita berkumpul dan bisa menyamakan persepsi. Kita berkomitmen menjadi amilin yang amanah. Jauh dari istilah zakat malah jadi jaket,” ujarnya.

Agus menambahkan, UPZ jangan hanya mengelola zakat fitrah saja, tetapi juga zakat mall dan zakat profesi. “Di Kemenag sudah bertahun-tahun melaksanakan zakat profesi. Di mana gaji karyawan yang nilainya Rp45 juta per tahun atau Rp3,5 juta per bulan otomatis langsung dipotong sebesar 2,5 persen dari penghasilan kotornya,” kata Agus.

Dirinya berharap, melalui sosialisasi ini seluruh ASN di Purwakarta bisa menyalurkan zakatnya kepada UPZ. “Bai itu zakat fitrah, mall, mau pun zakat profesinya,” ucapnya.(add/epl)

Ketua Baznas: Muzakki Banyak tapi Menyalurkan Sendiri

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *