Jalan Cipaisan ( INMAS Kabupaten Purwakarta ) Selasa (12/06) Gedung Dakwah Kabupaten Purwakarta penuh sesak dibanjiri ratusan guru DTA dan TPQ se-Kabupaten Purwakarta. Hal itu berkenaan dengan pendistribusian zakat dari BAZNAS untuk guru DTA dan TPQ se-Kabupaten Purwakarta serta Pertuni (Persatuan Tuna Netra Indonesia) Kabupaten Purwakarta.

Acara ini dihadiri oleh Penjabat Bupati Purwakarta Bapak Dr. Ir. Muhammad Taufik Budi Santoso, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta yang diwakili Kepala Seksi PD Pontren H. Agus Salahudin, M. Ag. Ketua BAZNAS yang sekaligus juga merangkap sebagai Ketua FKDT Kabupaten Purwakarta H. Safarudin, S. Fil. I, M.MPd., Ketua Dewan Syari’ah BAZNAS Kab. Purwakarta KH. Dr. H. Abun Bunyamin, MA, Ketua MUI Kab. Purwakarta KH. John Dien Th, MPd., Ketua UPZ Kemenag yang juga sebagai Penyelenggara Syariah Syamsi Mufti, M.Si, para ketua FKDT Kecamatan se-Kabupaten Purwakarta serta seluruh Kepala Madrasah DTA dan TPQ se-Kab. Purwakarta.

Dalam laporannya Safarudin menyampaikan bahwa pendapatan BAZNAS Kab. Purwakarta masih sangat minim hal ini dikarenakan belum seluruhnya ASN di Purwakarta menyalurkan zakat profesinya melalui BAZNAS, baru ASN Kementerian Agama saja. Karena itu Baznas telah berkoordinasi dengan Penjabat Bupati untuk mengoptimalkan perolehan zakat dari zakat profesi para ASN. Namun walau pendapatan Baznas masih minim tapi alhamdulillah Baznas tiap tahun mendistribusikan zakat ke guru-guru DTA dan TPQ yang menurutnya lembaga ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah terutama Pemda. Baznas baru bisa menyalurkan zakat sebesar Rp. 400.000 (empat ratus ribu rupiah) per madrasah DTA dan TPQ. Harapannya Rp. 400.000 tersebut per guru.

Menanggapi laporan ketua Baznas tersebut Kepala Seksi PD Pontren H. Agus Salahudin dalam sambutannya menjelaskan bahwa penanganan pendidikan di Kementerian Agama dibagi menjadi lembaga formal dan non formal. Pendidikan yang berada di lembaga formal seperti RA, MI, MTs dan MA diurus oleh Seksi Pendidikan Madrasah. Dan seluruh lembaga yang berada di jalur formal ini baik negeri maupun swasta itu mendapatkan BOP (Bantuan Operasional Pendidikan), sementara lembaga pendidikan yang berada di jalur non formal seperti TKQ, TPQ, DTA dan Ponpes ditangani oleh Seksi PD Pontren. Lembaga Pendidikan di jalur non formal ini tidak mendapatkan BOP secara rutin tiap tahun per lembaga tapi ada BOP bergilir.

Sebagai contoh Agus menjelaskan bahwa Data DTA yang tercatat sebanyak 482 lembaga, sementara BOP tahun ini hanya untuk 5 lembaga. Ini artinya bahwa untuk menuntaskan BOP seluruh DTA dibutuhkan waktu 97 tahun. Untuk menanggulangi kondisi tersebut menurut Agus seharusnya ada keberpihakan Pemda melalui APBDnya membantu lembaga pendidikan terutama jalur non formal ini. Agus pun tak lupa mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Penjabat Bupati yang telah mengeluarkan surat edaran tentang optimalisasi pengumpulan ZIS dari para ASN di lingkungan Pemda dengan cara mengeluarkan zakat profesinya sebesar 2,5 % langsung dipotong dari gajinya tiap bulan.

Penjabat bupati dalam sambutannya memaparkan tentang tugas beliau sebagai bupati pada masa transisi sampai dilantiknya bupati dan wakil bupati terpilih hasil pemilihan yang akan dilaksanakan tanggal 27 juni mendatang. Beliau pun mengajak seluruh guru-guru DTA & TPQ untuk menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan pilihannya masing-masing. Beliau pun masih punya tugas untuk menyusun APBD tahun 2019, karenanya beliau banyak melakukan koordinasi dengan Kemenag dan organisasi keagamaan lainnya agar APBD 2019 yang akan dilaksanakan oleh bupati terpilih nanti ada keberpihakan pada sektor keagamaan.

Di tengah sambutannya Taufik terdiam beberapa saat dan menitikan air mata serta lisannya tak kuasa untuk melanjutkan sambutannya ia merasa sedih dengan melihat kondisi lembaga pendidikan keagamaan non formal ini yang sudah lama tak tersentuh oleh kebijakan Pemda dalam penyusunan APBD di Kabupaten Purwakarta. Ia pun menutup sambutannya dengan mendoakan semoga keikhlasan bapak dan ibu guru DTA & TPQ dalam mencerdaskan anak bangsa ini mendapatkan balasan yang setimpal dari Alloh SWT.

 

https://jabar.kemenag.go.id/dberita-506002-baznas-kabupaten-purwakarta-distribusikan-zakat-untuk-guru-dta–tpq

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *