ZAKAT PROFESI

ZAKAT PROFESI

Dengan Memanjatkan Puji syukur ke hadirat Allah SWT berkat inayah dan taufik-Nya Badan Amil Zakat ( BAZNAS ) Kabupaten Purwakarta menyusun tata cara dan ketentuan dalam mengeluarkan zakat profesi sebagai mana yang diamanatkan dalam UU, PP dan Intruksi Presiden serta fatwa MUI.

Kami berharap, dengan penyusunan tatacara dan ketentuan zakat profesi ini dapat menambah referensi bagi para Unit Pengumpul Zakat di lingkungan masing-masing serta dapat menjadi pedoman praktis dalam pengumpulan zakat dan pada ahirnya dapat terwujud persepsi yang sama bagi segenap pihak/Muzakki yang terkait dengan pengelolaan zakat pada umumnya.

Ahirnya, kami menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada semua pihak khususnya kepada Pj. Bupati Kabupaten Purwakarta yang telah ikut memberikan kontribusi pemikiran dalam Optimalisasi Pengumpulan Zakat, Infaq dan Shadaqah di Kabupaten Purwakarta.

 Zakat Profesi

Dasar :

  1. UU Nomor23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat
  2. PP Nomor 14 tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 23 tahun 2011
  3. Intruksi Presiden Nomor 3 tahun 2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat bagi pegawai BUMN/BUMD, TNI,  Polri dan PNS melalui Baznas
  4. Keppres RI Nomor 8 tahun 2001 Tentang badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)
  5. Kepmenag RI Nomor 118 tahun 2014 tentang Pembentukan Pembentukan Baznas Provinsi
  6. Surat Erdaran Menteri dalam Negeri Nomor : 450-12/3302/SJ tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat PNS kepada Bupati melalui Baznas Kabupaten/Kota
  7. Perbaznas Nomor 02 Tahun 2016 tentang Pembentukan UPZ
  8. Gubernur Jawa barat Nomor 451.12/Kep 1412.Yansos/2013 tentang Unit Pengumpul Zakat (UPZ)

Zakat profesi adalah zakat atas penghasilan yang diperoleh dari pengembangan potensi diri yang dimiliki seseorang dengan cara yang sesuai syariat, seperti upah kerja rutin/PNS/TNI/POLRI, profesi dokter, pengacara, arsitek, dll.

Dari berbagai pendapat dinyatakan bahwa landasan zakat profesi dianalogikan kepada zakat hasil pertanian yaitu dibayarkan ketika mendapatkan hasilnya/panen, demikian juga dengan nishabnya yaitu sebesar 524 kg beras/ makanan pokok, dan dibayarkan dari pendapatan kotor. Sedangkan tarifnya/qadarnya adalah dianalogikan kepada zakat emas dan perak yaitu sebesar 2,5 %, atas dasar kaidah “Qias Asysyabah”.

Menurut Peraturan Menteri Agama no 52 tahun 2014, disebutkan bahwa nishab (batas minimal) zakat penghasilan/profesi adalah 524 kg beras, atau bila dikonversikan ke rupiah seharga beras Rp 10.000/kg, maka batas minimal penghasilan yang terkena zakat adalah Rp 5.240.000,-. Artinya, jika penghasilan kita lebih dari nishab itu, maka gaji terkena wajib zakat.

Dr. Yusuf al Qardhawi : Fiqih Zakat ( al juz al awwal ) : 135

Jatuhnya kewajiban zakat dari hasil profesinya tersebut dikarenakan yang bersangkutan mendapatklan gaji terus menerus sepanjang tahun. Apabila jumlah gajinya telah mencapai nisab dalam satu tahun, maka wajib mengeluarkan zakat karena terdapat illat ( penyebab ) yang menurut para fuqaha adalah sah dan nisab merupakan landasan diwajibkan.

Adapun cara menghitung zakat Profesi adalah sebagaimana qadar zakat maal 2,5 %

Tata cara pengitungannya sebagai berikut :

Pertama, berdasarkan fatwa MUI 2003 tentang zakat profesi setelah diperhitungkan selama satu tahun dan ditunaikan setahun sekali atau boleh juga ditunaikan setiap bulan untuk tidak memberatkan. Model bentuk harta yang diterima ini sebagai penghasilan berupa uang, sehingga bentuk harta ini di-qiyas-kan dalam zakat harta (simpanan/ kekayaan).

Nisabnya adalah jika pendapatan satu tahun lebih dari senilai 85gr emas (harga emas sekarang @se-gram Rp. 500.000) dan zakatnya dikeluarkan setahun sekali sebesar 2,5% setelah dikurangi kebutuhan pokok.

Contohnya penghitungannya: minimal zakat profesi yaitu @se-gram Rp. 500.000 x 85 (gram) = Rp. 42.500.000. Adapun penghasilan total yang diterima oleh si Pulan selama 1 tahun Rp. 45.000.000 (gaji perbulan Rp. 3.750.000) harta ini sudah melebihi nishab dan wajib zakat Rp. 45.000.000 x 2,5 %= sebesar Rp. 1.125.000,- (bila dikeluarkan pertahun) Rp 93.750 (bila dikeluarkan perbulan).

Kedua, dikeluarkan langsung saat menerima, pendapatan ini dianalogikan pada zakat tanaman. Model memperoleh harta penghasilan (profesi) mirip dengan panen ( hasil pertanian), sehingga harta ini dapat dianalogikakan ke dalam zakat pertanian.

Jika ini yang diikuti, maka besar nisabnya adalah senilai 653 kg gabah kering giling setara dengan 524 Kg beras dan dikeluarkan setiap menerima penghasilan/gaji sebesar 2,5% tanpa terlebih dahulu dipotong kebutuhan pokok (seperti petani ketika mengeluarkan zakat hasil panennya).

Contoh perhitungannya: Pemasukan gaji si Pulan Rp. 6.000.000/bulan, nishab (524 kg beras, @Rp. 10.000/kg = Rp. 5.240.000). Dengan demikian maka si Pulan wajib zakat Rp. 6.000.000 x 2,5% = sebesar Rp. 150.000,-

Alhasil, jika si Pulan memiliki penghasilan gaji perbulan: Rp 6.000.000,- asumsi nishab dengan 524 kg beras x @ Rp. 10.000 = Rp 5.240.000, Berarti si Pulan sudah melebihi nishab dan wajib zakat sebesar Rp. 6.000.000 x 2,5 % =Rp. 150.000,- (wajib zakat yang dikeluarkan per bulan) atau boleh juga menunaikannya sebesar Rp 1800.000 per tahun).

Contoh lain penghitungan zakat Profesi bila ada tunjangan lain selain gaji Pokok.

Ukuran Nishab dalam jumlah satu tahun dan nishabnya dimasukan dalam kategori zakat Maal yaitu Kadar  2,5 % X ( 85 gram X harga emas ).

Ex:

  • Bila harga emas Rp. 000,-
  • Maka ukuran nisab pertahun adalah : 85 gram X Rp. 500.000,- = Rp. 42.500.000,-
  • Zakatnya pertahun adalah : 2,5 % X Rp. 42.500.000,- = Rp. 062.000,-
  • Jika dihitung perbulan, maka pendapatan gajinya tiap bulan adalah Rp. 42.500.000,- : 12 = Rp. 541,6 ( dibulatkan Rp. 3.542.000 )
  • Jika dihitung zakat yang dikeluarkannya tiap bulan maka : 2,5 % X Rp. 3.542.000,- = Rp. 550

cara menghitungnya adalah :

  • Gaji yang diterima 3.542.000
  • Tunjangan Lainnya 1.500.000
  • Jumlah/total 5.042.000
  • Maka menghitung zakatnya sbb: 2,5 % X 5.042.000,- = Rp. 126.050,-perbulan.
  • 1.512.600,- per tahun

 

Ketua Umum BAZNAS

Kabupaten Purwakarta

 Saparudin, S. Fil. I,. MM. Pd

 

Download Dokumen ZAKAT PROFESI